Presentasi Makalah Pertemuan Keempat
Pada pertemuan keempat mata kuliah
Micro Teaching PRODI PAI Kelas B23 Semester 5 STAI Al-Kifayah Riau (04 Desember
2025), tiga kelompok mempresentasikan makalah yang saling melengkapi tentang
peran teknologi, etika, dan pengembangan profesional melalui microteaching.
Postingan ini merangkum isi inti tiap makalah sekaligus memberikan gambaran
singkat tentang judul, anggota kelompok, dan fokus pembahasannya.+2
Informasi singkat tiga makalah
Kelompok 7
Judul: Peran Teknologi dalam Microteaching.
Anggota: Azuar Ahmad P, Farid Hariyanto, Hamidah, Muhammad Ismail, Ummu Maulatul F, Yanasari.
Tanggal presentasi: 04 Desember 2025.
Fokus: pemanfaatan teknologi digital (video, e-learning, aplikasi mobile, AI, VR) untuk memperkuat latihan mengajar mahasiswa calon guru.
RESUME SINGKAT
Peran
Teknologi dalam Microteaching (Kelompok 7)
Makalah ini menjelaskan bahwa perkembangan TIK mengubah microteaching dari format konvensional menjadi proses latihan mengajar yang lebih interaktif, reflektif, dan terukur. Teknologi diposisikan bukan sebagai pengganti guru, tetapi sebagai penguat keterampilan dasar mengajar melalui rekaman, analisis, dan berbagai media digital.
Beberapa poin utama yang ditekankan:
- Penggunaan teknologi pendidikan (slide, media digital, AI, VR) membuat latihan mengajar lebih nyata, variatif, dan sesuai karakter generasi Z dan Alpha.
- Rekaman video membantu mahasiswa melihat kembali praktik mengajar secara objektif, menerima umpan balik sejawat, dan memperbaiki gaya mengajar.
- Platform e-learning dan aplikasi mobile memfasilitasi microteaching daring, pengumpulan tugas, refleksi, serta dokumentasi perkembangan kompetensi mengajar.
Kelompok 8
Judul: Etika dalam Micro Teaching.
Anggota: Ahmat Sobri, Ardi Saputra, Hambali, Herman Syahputra, Muhammad Rois Sr, Nur Afni Safira, Yulia Dwi Saputri.
Tanggal presentasi: 04 Desember 2025.
Fokus: etika guru–murid, etika penggunaan materi dan teknologi, serta pembentukan sikap profesional dalam praktik microteaching.
RESUME SINGKAT
Etika
dalam Micro Teaching (Kelompok 8)
Makalah ini menegaskan bahwa menguasai teknik mengajar saja tidak cukup; calon guru PAI harus memegang etika profesi dalam seluruh proses microteaching. Etika dipahami sebagai sistem nilai yang mengatur hubungan guru–murid, pemanfaatan materi, penilaian, dan penggunaan teknologi.
Pokok gagasan yang diangkat:
- Etika hubungan guru–murid: keadilan, penghormatan, empati, komunikasi terbuka, menjaga privasi, dan menghindari diskriminasi.
- Etika materi dan informasi: menghormati hak cipta, menghindari plagiarisme, menjaga kerahasiaan data, dan memastikan konten sesuai usia, kurikulum, serta nilai sosial-keagamaan.
- Etika penilaian dan umpan balik: penilaian harus objektif, transparan, rahasia, konstruktif, dan mempertimbangkan keanekaragaman siswa.
- Etika penggunaan teknologi: menekankan keamanan data, etika digital, pencegahan penyalahgunaan (misalnya cyberbullying dan ketergantungan teknologi), serta keseimbangan antara interaksi manusia dan perangkat digital.
- Membangun sikap profesional: guru diharapkan berdisiplin, berintegritas, komunikatif, terbuka terhadap kritik, empatik, dan komit pada pengembangan diri berkelanjutan.
Kelompok 9
Judul: Pengembangan Profesional melalui Microteaching.
Anggota: Ali Nizar Harahap, Budi Irsyad, Delgi Ripika, Khasiyatun, Masfufah, Oktaviani Siregar, Retno Handayani.
Tanggal presentasi: 04 Desember 2025.
Fokus: bagaimana microteaching menjadi sarana berkelanjutan untuk meningkatkan keterampilan mengajar dan membuka peluang karir pendidik.
RESUME SINGKAT
Pengembangan
Profesional melalui Microteaching (Kelompok 9)
Makalah ini memotret microteaching sebagai “laboratorium” pengembangan profesional guru, bukan sekadar mata kuliah praktik. Microteaching membantu calon guru menguasai keterampilan teknis, kepribadian pendidik, dan kesiapan memasuki dunia kerja pendidikan.
Isi pokok yang ditonjolkan:
- Kontinuitas pengembangan keterampilan mengajar: refleksi rutin, rencana pengembangan pribadi, pelatihan, observasi dosen, dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas praktik.
- Microteaching sebagai bagian pengembangan guru: menjadi ruang simulasi untuk melatih keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengelola kelas, membuka–menutup pelajaran, dan memimpin diskusi.
- Kolaborasi dan komunitas microteaching: peer feedback, komunitas belajar, pertemuan rutin, dan jaringan profesional yang saling mendukung peningkatan kualitas mengajar.
- Peluang karir: keterampilan mengajar membuka jalan menjadi guru, trainer, pengembang kurikulum, pengelola lembaga pendidikan, pengembang konten edukatif, hingga peneliti pendidikan.
- Dukungan pengembangan profesional mahasiswa: mentoring, pusat karir, magang, kolaborasi dengan industri pendidikan, program sertifikasi, dan jejaring alumni.
Keterkaitan
tiga makalah dalam konteks MICRO TEACHING PAI
Ketiga makalah ini saling
melengkapi: teknologi menyediakan sarana modern untuk berlatih mengajar, etika
memberi rambu agar pemanfaatannya tetap bermartabat dan sesuai nilai Islam,
sedangkan perspektif pengembangan profesional menunjukkan bahwa microteaching
adalah investasi jangka panjang untuk karir kependidikan. Bagi mahasiswa PAI
Kelas B23, materi ini menguatkan bahwa menjadi guru bukan hanya soal tampil di
depan kelas, tetapi juga cakap teknologi, berakhlak dalam praktik, dan siap
terus belajar sepanjang hayat.